MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN
FILOSOFI
DAN LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN
DISUSUN OLEH KELOMPOK 1 :
EVA NURDIANA (14150060)
EVA NURDIANA (14150060)
MELIATI (14150055)
BRIGITA DEWI (14150087)
ERMILIANI ELLA (14150057)
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PRODI DIII KEBIDANAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2015/2016
KATA PENGANTAR
Segala puji kita
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
“FILOSOFI dan LINGKUP DALAM ASUHAN KEHAMILAN.
Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua dan untuk kepentingan proses belajar.
Bersama ini kami juga
menyampaikan terima kasih kepada dosen saya yaitu Ibu Hartini S.Sit M.Kes yang
telah membimbing kami dan memberikan pengetahuan sehingga kami mendapatkan
pembelajaran baru dan penyelesaian Makalah ini .
Melalui kata pengantar
ini kami atas nama kelompok 1 lebih
dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini terdapat
banyak kekurangan dan terdapat tulisan yang kami buat kurang baik.
Dalam penyusunan
makalah ini tentu jauh dari kata
sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat kami harapkan
demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini dan untuk pelajaran bagi kita
semua dalam pembuatan di masa mendatang. Semoga dengan adanya tugas ini kita
dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan ilmu pengetahuan.
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar ................................................................................................ 2
Daftar Isi ......................................................................................................... 3
Pendahuluan.....................................................................................................
4
Latar
belakang.................................................................................................. 5
Sejarah
Asuhan Kehamilan .............................................................................. 6
Filosofi
Asuhan Kehamilan ............................................................................. 7
Lingkup
Asuhan Kehamilan ............................................................................. 8
Kesimpulan
....................................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Filosofi
adalah pernyataan menganai keyakinan dan nilai atau value yang dimiliki yang
berpengaruh terhadap prilaku seseorang atau kelompok. Kehamilan merupakan
proses yang alamiah, pelayanan yang terpusat pada wanita serta keluarga untuk
berpartisipasidan memperoleh pengetahuan atau pengalaman yang berhubungan
dengan kehamilan, kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal,
alami dan sehat.
Ruang lingkup asuhan kehamilan meliputi asuhan
kehamilan normal dan identifikasi kehamilan dalam rangka penapisan untuk
menjaring keadaan resiko tinggi dan mencegah adanya komplikasi kehamilan.
Asuhan standard 7 T antara lain : Timbang
berat badan dan pengukuran Tinggi badan, ukuran tekanan darh, ukur Tinggi
Fundus uteri, pembeian imunisasi, tetanus, Toxoid (TT) lengkap, pemberian
tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan, tes terhadap penyakit menular
seksual, temu wicara ( konseling dan pemecahan masalah). (Saifudin, 2002:90).
1.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana filosofi
asuhan kebidanan pada kehamilan?
2.
Apa ruang lingkup
asuhan kehamilan?
1.3 Tujuan
1. Tujuan umum
Untuk menambah pengetahuan tentang filosofi
falsafah,dalam dunia kebidanan.
Setelah pembuatan makalah ini
diharapkan mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan asuhan kehamilan di dalam
masyarakat.Mengetahui
sejarah Asuhan Kehamilan.
2.
Tujuan khusus
Tujuan
khusus dalam menyusun makalah ini adalah untuk dapat mengetahui :
· Mengetahui filosofi
asuhan kehamilan
· Mengetahui
Ruang lingkup asuhan kehamilan
1.4 Manfaat
Agar individu khususnya bidan dapat mengenal dan memahami lebih
dalam tentang Filosofi dan pengertian bidan yaitu meliputi filosofi kehamilan dan ruang
lingkup asuhan kehamilan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
Asuhan Kehamilan
Metode tradisional asuhan kehamilan sudah
dihasilkan dan telah sukses sejak tahun 1940 sampai sekarang, di bawah
penelitian yang seksama. Sejarah menunjukkan bahwa kebidanan merupakan
salah satu profesi tertua sejak adanya peradaban manusia.
Dimasa yang lalu wanita hamil melakukan pemeriksaan
kepada dukun bayi yang menolong persalinan. Dukun dipilih karena biasanya
mereka sudah dewasa/tua selain itu seorang dukun adalah seorang yang disegani
dan dianggap pula sebagai penasehat dan pendidik yang pengaruhnya besar, maka
diperlukan pengetahuan yang luas dan pengalaman yang cukup. Dukun itu biasanya
turun temurun. Dukun ini sudah dapat menetapkan wanita hamil atau tidak,
bagaimana letak anak. Ia berpendapat bahwa letak yang paling baik kepala di
bawah dan kepala dilahirkan lebih dulu. Dukun sudah mengetahui letak yang salah
tetapi tidak mampu memperbaikinya. Dukun juga dapat menafsirkan kapan kiranya
bayi akan dilahirkan. Disamping itu dukun memberikan nasehat bagaimana bumil
harus hidup selama hamil.
Pada zaman pemerintahan hindia-belanda, angka
kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sangat tinggi dengan tenaga
penolong persalinan adalah dukun. Sejak saat itu, pelayanan kebidanan terus
berkembang. Bidan terlahir sebagai wanita yang terpercaya dalam mendampingi
ibu-ibu yang melahirkan. Pada awalnya ruang lingkup tugas bidan masih terbatas
pada pengawasan kehamilan, pertolongan persalinan, pemeliharaan ibu nifas dan
perawatan neonatus. Namun pengembangan selanjutnya sekitar tahun 1959 setelah
diadakan Kursus Tambahan Bidan (KTB) oleh bagian KIA, kementrian kesehatan,
ruang lingkup tugas bidan tidak saja berorientasi pada pelayanan kebidanan di
rumah sakit melainkan juga mengemban tugas pelayanan kesehatan di masyarakat.
Tempat pelayanan asuhan kebidanan, baik yang bersifat tugas mandiri dan
kalaborasi adalah di rumah sakit, puskesmas, klinik bersalin atau di
masyarakat. Melalui asuhan antenatal di harapkan bidan dapat berkontribusi
dalam melindungi hak reproduksi dan hak asasi manusia dengan cara mengurangi
angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan.
2.2 Filosofi Asuhan Kehamilan
Secara
harfiah berasal dari Bahasa Yunani Philein yang berarti cinta
dan Sophos yang berarti hikmah. Jadi makna dari falsafah adalah cinta
pada kebijaksanaan (Nail Thomson, 2001:64). Menurut kamus ilmiah popular
falsafah adalah ilmu yang mengkaji tentang akal budi mengenai hakikat yang ada.
Filosofi adalah disiplin ilmu
yang difokuskan pada pencarian dasar-dasar dan penjelasan yang nyata (Chinn dan
Krammer, 1991:17)
Filosofi
kebidanan adalah falsafah atau keyakinan setiap bidan dalam memberikan asuhan
kehamilan. Bidan percaya bahwa wanita adalah seorang yang kuat dan cerdas,
serta mampu membuat keputusan mereka sendiri tentang kesehatan mereka.
sedangkan, tugas seorang bidan adalah membantu wanita menyelesaikan
bermacam-macam tahap kehidupan. Kehamilan,
kelahiran dan menopause merupakan kejadian normal dalam kehidupan, walaupun hal
tersebut adalah suatu hal yang normal. Tetapi potensi terjadinya patologi pada
wanita dan bayi tetap ada. Semua individu mempunyai resiko/berpotensi
terjadinya patologis. Sebagai bidan pemberi pelayanan mengharapkan bahwa semua
berjalan normal, untuk itu kepuasan dan keselamatan pasien dimaksimalkan.
Kepribadian filosofi kebidanan
dapat dilihat dalam Royale College Of Midwives (1992) yang berisi tentang nilai
dan kepercayaan tentang bidan.
1.
Respek terhadap individu dan kehidupannya.
2.
Respek terhadap wnaita dan proses child
birth.
3.
Kejujuran menggambarkan kemuliaan dan prinsip
moral.
4.
Keadilan dan kebenaran.
5.
Perkembangan dapat dari pengalaman hidup dari
proses pendidikan.
6.
kebidanan adalah akar dalam praktik kebidanan.
Keyakinan dan kepercayaan dalam profesi bidan adalah sebagai berikut:
1.
Ibu-ibu ingin mendapatkan perlakuan yang benar, ibu
berharap yang terbaik bagi dirinya.
2.
Profesi kebidanan mempunyai kekuatan atau pengaruh
yang alami dalam pelayanan persalinan bagi reproduksi wanita dan keluarga.
3.
Harapan kesehatan nasional untuk meningkatkan
kualitas dalam memberikan pelayanan yang optimal pada orang tua, ibu dan bayi.
Filosofi asuhan kehamilan adalah pernyataan
mengenai keyakinan dan nilai/value
dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok (Pearson
& Vaughan, 1986 cit. Bryar, 1995:17). Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan
keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini
dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien selama masa kehamilan. Dalam
filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa keyakinan yang akan mewarnai
asuhan itu.
1. Kehamilan
merupakan proses yang alamiah
Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita selama
kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya,
asuhan yang diberikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan
harus memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari
tindakan-tindakan yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.
2.
Asuhan
kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan
Sangat penting bagi wanita
untuk mendapatkan pelayanan dari seorang
profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional,
sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau
dengan baik selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa
sudah mengenal si pemberi asuhan (Enkin, 2000).
3. Pelayanan
yang terpusat pada wanita serta keluarga
Wanita (ibu) menjadi pusat
asuhan kebidanan dalam arti bahwa asuhan yang diberikan harus berdasarkan pada
kebutuhan ibu, bukan kebutuhan dan kepentingan bidan. Asuhan yang diberikan hendaknya
tidak hanya melibatkan ibu hamil saja melainkan juga keluarganya, dan itu
sangat penting bagi ibu sebab keluarga menjadi bagian integral/tak terpisahkan
dari ibu hamil. Sikap, perilaku, dan kebiasaan ibu hamil sangat dipengaruhi
oleh keluarga. Kondisi yang dialami oleh ibu hamil juga akan mempengaruhi
seluruh anggota keluarga. Selain itu, keluarga
juga merupakan unit sosial yang terdekat dan dapat memberikan dukungan
yang kuat bagi anggotanya. (Lowdermilk, Perry, Bobak, 2000). Dalam hal pengambilan
keputusan haruslah merupakan kesepakatan bersama antara ibu, keluarganya, dan
bidan, dengan ibu sebagai penentu utama
dalam proses pengambilan keputusan. Ibu mempunyai hak untuk memilih dan
memutuskan kepada siapa dan dimana ia akan memperoleh pelayanan kebidanannya.
4. Asuhan
kehamilan menghargai hak ibu hamil untk berpartisipasi dan memperoleh
pengetahuan/pengalaman yang berhubungan dengan kehamilannya
Tenaga profesional kesehatan
tidak mungkin terus menerus mendampingi dan merawat ibu hamil, karenanya ibu
hamil perlu mendapat informasi dan
pengalaman agar dapat merawat diri sendiri secara benar. Perempuan harus
diberdayakan untuk mampu mengambil keputusan tentang kesehatan diri dan keluarganya melalui tindakan KIE dan konseling yang dilakukan bidan.
Definisi dari masa kehamilan
dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280
hari atau 40 minggu atau 9 bulan 7 hari dihitung dari hari pertama haid
terakhir.
Kehamilan adalah mulai dari ovulasi sampai partus lamanya 280 hari atau
40 minggu dan tidak lebih dari 300 hari atau 43 minggu. Pembagian kehamilan
dibagi menjadi 3 trimester, trimester pertama dimulai dari konsepsi sampai 3
bulan 0-12 minggu; trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan 13-28
minggu; trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan 29-42 minggu.
Ada pun filosofi asuhan kehamilan :
1.
Proses kehamilan merupakan proses yang alamiah dan
normal. Hal ini perlu diyakini oleh tenaga kesehatan khususnya bidan, sehingga
dalam memberikan asuhan kepada pasien, pendekatan yang dilakukan cenderung
dalam bentuk pelayanan promotif. Realisasi yang paling mudah dilaksanakan
adalah pelaksanaan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada pasien dengan
materi-materi mengenai pemantauan kesehatan ibu hamil dan penatalaksanaan
ketidaknyamanan selama hamil,
2.
Proses ini merupakan pemberdayaan perempuan dan
keluarga dalam melaksanakan asuha. Salah satu upaya yang dilakukan bidan dalam
memberikan asuhan adalah pemantauan pada kesehatan ibu hamil. Dalam
melaksanakan pemantauan, bidan tidak akan bekerja sendiri, melainkan
membutuhkan bantuan dari pihak lain, dalam hal ini adalah pasien dan keluarga.
Pasien dan keluarga dapat berperan aktif dalam pengambilan keputusan.
3.
Ada onotomi pasien dalam pengambilan keputusan.
Pada pelaksanaan asuhan, bidan sering dihadapkan pada situasi yang membuatnya
harus mengambil langkah terbaik untuk pasien. Dalam penentuan keputusan, pasien
dan keluarga sebaiknya diberi otonomi atau kemandirian. Ini akan memberi dampak
positif bagi pasien dan keluarganya. Dalam proses penhambilan keputusan untuk
tindakan bagi kesehatan pasien, bidan mempunyai peran dan tanggung jawab untuk
memberi informasi yang bisa dijadikan pertimbangan bagi pasien.
4.
Pelayanan yang diberikan mengacu pada konsep asuhan
sayang ibu. Dalam pelaksanaan asuhan, posisi pasien bukan sebagai objek bidan
melainkan seseorang yang datang dengan kebutuhan, yang menempatkan bidan
sebagai orang yang dianggapkompeten dan dapat dipercaya untuk mengatasi
permasalahan dan kebutuhannya.
5.
Pemberian asuhan yang bertanggung jawab dan
berorientasi pada kebutuhan pasien. Pada saat memberikan asuhan, bidan
melakukan pengkajian pada pasien yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah
dan kebutuhan pasien sesuai dengan usia kehamilan. Seluruh rangkaian tahap
asuhan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada pihak pasien maupun
kepada profesi.
Filosofi asuhan kebidanan (IBI,2003) :
1.
Profesi
kebidanan secara nasional diakui dalam Undang – Undang maupun peraturan
pemerintah Indonesia yang merupakan salah satu tenaga pelayanan kesehatan
professional dan secara internasional diakui oleh International Confederation
of Midwives (ICM), FIGO dan WHO.
2.
Tugas,
tanggung jawab dan kewenangan profesi bidan yang telah diatur dalam beberapa
peraturan maupun keputusan menteri kesehatan ditujukan dalam rangka membantu
program pemerintah bidang kesehatan khususnya ikut dalam rangka menurunkan AKI,
AKP, KIA, Pelayanan ibu hamil, melahirkan, nifas yang aman dan KB.
3.
Bidan
berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang
aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan manusia dan perbedaan budaya. Setiap
individu berhak untuk menentukan nasib sendiri, mendapat informasi yang cukup
dan untuk berperan di segala aspek pemeliharaan kesehatannya.
4.
Bidan
meyakini bahwa menstruasi, kehamilan, persalinan dan menopause adalah proses
fisiologi dan hanya sebagian kecil yang membutuhkan intervensi medis.
5. Persalinan adalah suatu proses yang alami,
peristiwa normal, namun apabila tidak dikelola dengan tepat dapat berubah
menjadi abnormal.
6.
Setiap
individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita
usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang
berkualitas.
7. Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas
perkembangan keluarga yang membutuhkan persiapan mulai anak menginjak masa
remaja.
8. Kesehatan ibu periode reproduksi dipengaruhi oleh
perilaku ibu, lingkungan dan pelayanan kesehatan.
9. Intervensi kebidanan bersifat komprehensif mencakup
upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative ditujukan kepada
individu, keluarga dan masyarakat
10. Manajemen kebidanan diselenggarakan atas dasar
pemecahan masalah dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kebidanan yang
professional dan interaksi social serta asas penelitian dan pengembangan yang
dapat melandasi manajemen secara terpadu.
11.
Proses
kependidikan kebidanan sebagai upaya pengembangan kepribadian berlangsung
sepanjang hidup manusia perlu dikembangkan dan diupayakan untuk berbagai strata
masyarakat.
Prinsip
dasar filosofi kebidanan :
1. Hubungan antara ibu dan bidan
adalah dasar dalam memberikan asuhan yang baik
2. Ibu adalah fokus dalam memberikan
asuhan
3. Memberikan pilihan pada ibu untuk
melahirkan
4. Menggunakan seluruh ketrampilan bidan
5. Asuhan yang berkesinambungan
6. Asuhan dasar komunitas
2.3 Lingkup Asuhan Kehamilan
A. Ruang lingkup asuhan kehamilan
1. Kosepsi
Bersatunya ovum dan sperma yang didahului oleh ovulasi
dan inseminasi
2.
Ovulasi
Keluarnya ovum dari
folikel dalam ovarium, bila ovum gagal bertemu dengan sperma dalam waktu 2 x 24
jam, maka ovum akan mati/hancur
3.
Inseminasi
Keluarnya sperma dari
uretra pria kedalam vagina wanita. Sperma bergerak melalui uterus menuju tuba
fallopi dengan kecepatan 1 kaki/jam. Alat gerak sperma adalah bagian ekor
dengan panjang rata-rata 10x bagian kepala
4.
Asuhan kehamilan
normal dan identifikasi kehamilan dalam rangka penapisan untuk menjaring
keadaan resiko tinggi dan mencegah adanya komplikas kehamilan.
B. Dalam memberikan asuhan kepada ibu hamil, bidan harus memberikan
pelayanan secara komprehensif. Kusmiyati (2008,hal.2) menguraikan lingkup
asuhan kehamilan pada ibu hamil meliputi
:
1.
Mengumpulkan
dan menganalisa data riwayat kesehatan dan kehamilan.
2.
Melaksanakan
pemeriksaan fisik secara sistimatis dan lengkap.
3.
Melakukan
pemeriksaan abdomen termasuk tinggi fundus, posisi, presentasi dan penurunan
janin.
4.
Melakukan
penilaian pelvic, ukuran dan struktur panggul.
5.
Menilai
kesejahteraan janin selama kehamilan.
6.
Menghitung usia
kehamilan dan hari perkiraan lahir
7.
Mengkaji status
nutrisi dan hubungan dengan pertumbuhan janin.
8.
Mengkaji
kenaikan Berat badan dan hubungannya dengan komplikasi.
9.
Memberi
penyuluhan tanda-tanda bahaya dan bagaimana menghubungi bidan.
10.
Melakukan
penatalaksanaan kehamilan dengan anemia, hiperemesis gravidarum tingkat
pertama, abortus iminens dan preeclampsia ringan.
11.
Menjelaskan dan
mendemonstrasikan cara mengurangi ketidaknyamanan.
12.
Memberi
imunisasi.
13.
Mengidentifikasi
penyimpangan kehamilan normal dan penanganannya termasuk rujukan yang tepat.
14.
Memberi
bimbingan dan persiapan persalinan,kelahiran dan menjadi orang tua.
15.
Memberi
bimbingan dan penyuluhan tentang perilaku sehat selama hamil.
16.
Penggunaan
secara aman jamu atau obat-obatan yang tersedia.
C. Ruang lingkup asuhan kehamilan menurut standar pelayanan kebidanan :
1.
Identifikasi ibu hamil
2.
Pemeriksaan dan
pemantauan antenatal
3.
Palpasi
abdominal
4.
Pengelolaan
anemia pada kehamilan
5.
Pengolahan dini
hipertensi pada kehamilan
6.
Persiapan
persalinan
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Filosofi
adalah pernyataan menganai keyakinan dan nilai atau value yang dimiliki yang
berpengaruh terhadap prilaku seseorang atau kelompok. Kehamilan merupakan
proses yang alamiah, pelayanan yang terpusat pada wanita serta keluarga untuk
berpartisipasidan memperoleh pengetahuan atau pengalaman yang berhubungan
dengan kehamilan, kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal,
alami dan sehat.
Ruang
lingkup asuhan kehamilan meliputi asuhan kehamilan normal dan identifikasi kehamilan
dalam rangka penapisan untuk menjaring keadaan resiko tinggi dan mencegah
adanya komplikasi kehamilan.
Asuhan kehamilan
mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) Sangat penting bagi
wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari
satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi
mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih
percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan.
3.2 Saran
Setiap bidan aktif dalam memberikan penyuluhan
kepada ibu hamil tentang pentingnya kunjungan ANC dilakukan oleh setiap ibu
hamil untuk mencegah resiko komplikasi pada persalinan.
DAFTAR PUSTAKA
Saifuddin
AB,Adriaasz G,Wiknjosastro GH,Waspodo D.Buku Acuan Nasional Pelayaan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta : JNPKKR –
YBPSP,2000.
Departemen
Kesehatan RI ( 1995 ),Perkembangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia.
Sofyan,Mustika.,et
all (ed).,Bidan Menyongsong Masa Depan,341 hm,xxxiv,Jakarta : PP VSIB,Cetakan ke VII 2006.
Asrinah,dkk.
2010. Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan. Yogyakarta: Graha IlmuUmmi
Hani,dkk.
2010. --Asuahan Kebidanan pada Kehamilan
Fisiologis. Jakarta: Salemba Medika.
0 komentar:
Posting Komentar