Night Diamond - Link Select 2

Sabtu, 21 Maret 2015

Makalah Asuhan Kehamilan



MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN
FILOSOFI DAN LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN



DISUSUN OLEH KELOMPOK 1 : 

EVA NURDIANA    (14150060)
     MELIATI                    (14150055) 
     BRIGITA DEWI         (14150087)
     ERMILIANI ELLA     (14150057)




FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PRODI DIII KEBIDANAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2015/2016



KATA PENGANTAR

Segala puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “FILOSOFI  dan LINGKUP DALAM ASUHAN KEHAMILAN.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan untuk kepentingan proses belajar.
Bersama ini kami juga menyampaikan terima kasih kepada dosen saya yaitu Ibu Hartini S.Sit M.Kes yang telah membimbing kami dan memberikan pengetahuan sehingga kami mendapatkan pembelajaran baru dan penyelesaian Makalah ini .
Melalui kata pengantar ini kami atas  nama kelompok 1 lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini terdapat banyak  kekurangan dan  terdapat tulisan yang kami buat kurang baik.
 Dalam penyusunan makalah ini tentu jauh dari kata  sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini dan untuk pelajaran bagi kita semua dalam pembuatan di masa mendatang. Semoga dengan adanya tugas ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan ilmu pengetahuan.






DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................          2

Daftar Isi .........................................................................................................          3

Pendahuluan.....................................................................................................         4

Latar belakang..................................................................................................          5

Sejarah Asuhan Kehamilan ..............................................................................          6

Filosofi Asuhan Kehamilan .............................................................................          7

Lingkup Asuhan Kehamilan .............................................................................         8

Kesimpulan .......................................................................................................         9







BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Filosofi adalah pernyataan menganai keyakinan dan nilai atau value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap prilaku seseorang atau kelompok. Kehamilan merupakan proses yang alamiah, pelayanan yang terpusat pada wanita serta keluarga untuk berpartisipasidan memperoleh pengetahuan atau pengalaman yang berhubungan dengan kehamilan, kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal, alami dan sehat.
Ruang lingkup asuhan kehamilan meliputi asuhan kehamilan normal dan identifikasi kehamilan dalam rangka penapisan untuk menjaring keadaan resiko tinggi dan mencegah adanya komplikasi kehamilan.
  Asuhan standard 7 T antara lain : Timbang berat badan dan pengukuran Tinggi badan, ukuran tekanan darh, ukur Tinggi Fundus uteri, pembeian imunisasi, tetanus, Toxoid (TT) lengkap, pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan, tes terhadap penyakit menular seksual, temu wicara ( konseling dan pemecahan masalah). (Saifudin, 2002:90).
1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana filosofi asuhan kebidanan pada kehamilan?
2.      Apa ruang lingkup asuhan kehamilan?
1.3  Tujuan
1.      Tujuan umum
Untuk menambah pengetahuan tentang filosofi falsafah,dalam dunia kebidanan.
Setelah pembuatan makalah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan asuhan kehamilan di dalam masyarakat.Mengetahui sejarah Asuhan Kehamilan.
2.      Tujuan khusus
Tujuan khusus dalam menyusun makalah ini adalah untuk dapat mengetahui :
·       Mengetahui  filosofi asuhan kehamilan
·        Mengetahui Ruang lingkup asuhan kehamilan
                                                                                                         



1.4  Manfaat
Agar individu khususnya bidan dapat mengenal dan memahami lebih dalam tentang Filosofi dan pengertian bidan  yaitu meliputi filosofi kehamilan dan ruang lingkup asuhan kehamilan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Asuhan Kehamilan
Metode tradisional asuhan kehamilan sudah dihasilkan dan telah sukses sejak tahun 1940 sampai sekarang, di bawah penelitian yang seksama. Sejarah  menunjukkan bahwa kebidanan merupakan salah satu profesi tertua sejak adanya peradaban manusia.
Dimasa yang lalu wanita hamil melakukan pemeriksaan kepada dukun bayi yang menolong persalinan. Dukun dipilih karena biasanya mereka sudah dewasa/tua selain itu seorang dukun adalah seorang yang disegani dan dianggap pula sebagai penasehat dan pendidik yang pengaruhnya besar, maka diperlukan pengetahuan yang luas dan pengalaman yang cukup. Dukun itu biasanya turun temurun. Dukun ini sudah dapat menetapkan wanita hamil atau tidak, bagaimana letak anak. Ia berpendapat bahwa letak yang paling baik kepala di bawah dan kepala dilahirkan lebih dulu. Dukun sudah mengetahui letak yang salah tetapi tidak mampu memperbaikinya. Dukun juga dapat menafsirkan kapan kiranya bayi akan dilahirkan. Disamping itu dukun memberikan nasehat bagaimana bumil harus hidup selama hamil.
Pada zaman pemerintahan hindia-belanda, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sangat tinggi dengan tenaga penolong persalinan adalah dukun. Sejak saat itu, pelayanan kebidanan terus berkembang. Bidan terlahir sebagai wanita yang terpercaya dalam mendampingi ibu-ibu yang melahirkan. Pada awalnya ruang lingkup tugas bidan masih terbatas pada pengawasan kehamilan, pertolongan persalinan, pemeliharaan ibu nifas dan perawatan neonatus. Namun pengembangan selanjutnya sekitar tahun 1959 setelah diadakan Kursus Tambahan Bidan (KTB) oleh bagian KIA, kementrian kesehatan, ruang lingkup tugas bidan tidak saja berorientasi pada pelayanan kebidanan di rumah sakit melainkan juga mengemban tugas pelayanan kesehatan di masyarakat. Tempat pelayanan asuhan kebidanan, baik yang bersifat tugas mandiri dan kalaborasi adalah di rumah sakit, puskesmas, klinik bersalin atau di masyarakat. Melalui asuhan antenatal di harapkan bidan dapat berkontribusi dalam melindungi hak reproduksi dan hak asasi manusia dengan cara mengurangi angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan.


2.2 Filosofi Asuhan Kehamilan
                        Secara harfiah berasal dari Bahasa Yunani Philein yang berarti cinta dan Sophos yang berarti hikmah. Jadi makna dari falsafah adalah cinta pada kebijaksanaan (Nail Thomson, 2001:64). Menurut kamus ilmiah popular falsafah adalah ilmu yang mengkaji tentang akal budi mengenai hakikat yang ada.
Filosofi adalah disiplin ilmu yang difokuskan pada pencarian dasar-dasar dan penjelasan yang nyata (Chinn dan Krammer, 1991:17)
Filosofi kebidanan adalah falsafah atau keyakinan setiap bidan dalam memberikan asuhan kehamilan. Bidan percaya bahwa wanita adalah seorang yang kuat dan cerdas, serta mampu membuat keputusan mereka sendiri tentang kesehatan mereka. sedangkan, tugas seorang bidan adalah membantu wanita menyelesaikan bermacam-macam tahap kehidupan.                                                                                       Kehamilan, kelahiran dan menopause merupakan kejadian normal dalam kehidupan, walaupun hal tersebut adalah suatu hal yang normal. Tetapi potensi terjadinya patologi pada wanita dan bayi tetap ada. Semua individu mempunyai resiko/berpotensi terjadinya patologis. Sebagai bidan pemberi pelayanan mengharapkan bahwa semua berjalan normal, untuk itu kepuasan dan keselamatan pasien dimaksimalkan. 
Kepribadian filosofi kebidanan dapat dilihat dalam Royale College Of Midwives (1992) yang berisi tentang nilai dan kepercayaan tentang bidan.
1.                   Respek terhadap individu dan kehidupannya.
2.                   Respek terhadap wnaita dan proses child birth. 
3.                   Kejujuran menggambarkan kemuliaan dan prinsip moral.
4.                   Keadilan dan kebenaran.
5.                   Perkembangan dapat dari pengalaman hidup dari proses pendidikan.
6.                    kebidanan adalah akar dalam praktik kebidanan.                                                        

Keyakinan dan kepercayaan dalam profesi bidan adalah sebagai berikut:
1.                  Ibu-ibu ingin mendapatkan perlakuan yang benar, ibu berharap yang terbaik bagi dirinya.
2.                  Profesi kebidanan mempunyai kekuatan atau pengaruh yang alami dalam pelayanan persalinan bagi reproduksi wanita dan keluarga.
3.                  Harapan kesehatan nasional untuk meningkatkan kualitas dalam memberikan pelayanan yang optimal pada orang tua, ibu dan bayi.
Filosofi asuhan kehamilan adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value  dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok (Pearson & Vaughan, 1986 cit. Bryar, 1995:17). Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien selama masa kehamilan. Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa keyakinan yang akan mewarnai asuhan itu.
1.      Kehamilan merupakan proses yang alamiah
Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya, asuhan yang diberikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakan-tindakan yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.

2.      Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan
Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang  profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan (Enkin, 2000).
3.      Pelayanan yang terpusat pada wanita serta keluarga
Wanita (ibu) menjadi pusat asuhan kebidanan dalam arti bahwa asuhan yang diberikan harus berdasarkan pada kebutuhan ibu, bukan kebutuhan dan kepentingan bidan. Asuhan yang diberikan hendaknya tidak hanya melibatkan   ibu hamil  saja melainkan juga keluarganya, dan itu sangat penting bagi ibu sebab keluarga menjadi bagian integral/tak terpisahkan dari ibu hamil. Sikap, perilaku, dan kebiasaan ibu hamil sangat dipengaruhi oleh keluarga. Kondisi yang dialami oleh ibu hamil juga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Selain itu, keluarga  juga merupakan unit sosial yang terdekat dan dapat memberikan dukungan yang kuat bagi anggotanya. (Lowdermilk, Perry, Bobak, 2000). Dalam hal pengambilan keputusan haruslah merupakan kesepakatan bersama antara ibu, keluarganya, dan bidan,  dengan ibu sebagai penentu utama dalam proses pengambilan keputusan. Ibu mempunyai hak untuk memilih dan memutuskan kepada siapa dan dimana ia akan memperoleh pelayanan kebidanannya.
4.      Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untk berpartisipasi dan memperoleh pengetahuan/pengalaman yang berhubungan dengan kehamilannya
Tenaga profesional kesehatan tidak mungkin terus menerus mendampingi dan merawat ibu hamil, karenanya ibu hamil perlu mendapat informasi  dan pengalaman agar dapat merawat diri sendiri secara benar. Perempuan harus diberdayakan untuk mampu mengambil keputusan tentang kesehatan diri  dan keluarganya melalui tindakan  KIE dan konseling yang dilakukan bidan.
Definisi dari masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari atau 40 minggu atau 9 bulan 7 hari dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Kehamilan adalah mulai dari ovulasi sampai partus lamanya 280 hari atau 40 minggu dan tidak lebih dari 300 hari atau 43 minggu. Pembagian kehamilan dibagi menjadi 3 trimester, trimester pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan 0-12 minggu; trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan 13-28 minggu; trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan 29-42 minggu.

Ada pun filosofi asuhan kehamilan :
1.                  Proses kehamilan merupakan proses yang alamiah dan normal. Hal ini perlu diyakini oleh tenaga kesehatan khususnya bidan, sehingga dalam memberikan asuhan kepada pasien, pendekatan yang dilakukan cenderung dalam bentuk pelayanan promotif. Realisasi yang paling mudah dilaksanakan adalah pelaksanaan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada pasien dengan materi-materi mengenai pemantauan kesehatan ibu hamil dan penatalaksanaan ketidaknyamanan selama hamil,
2.                  Proses ini merupakan pemberdayaan perempuan dan keluarga dalam melaksanakan asuha. Salah satu upaya yang dilakukan bidan dalam memberikan asuhan adalah pemantauan pada kesehatan ibu hamil. Dalam melaksanakan pemantauan, bidan tidak akan bekerja sendiri, melainkan membutuhkan bantuan dari pihak lain, dalam hal ini adalah pasien dan keluarga. Pasien dan keluarga dapat berperan aktif dalam pengambilan keputusan.
3.                  Ada onotomi pasien dalam pengambilan keputusan. Pada pelaksanaan asuhan, bidan sering dihadapkan pada situasi yang membuatnya harus mengambil langkah terbaik untuk pasien. Dalam penentuan keputusan, pasien dan keluarga sebaiknya diberi otonomi atau kemandirian. Ini akan memberi dampak positif bagi pasien dan keluarganya. Dalam proses penhambilan keputusan untuk tindakan bagi kesehatan pasien, bidan mempunyai peran dan tanggung jawab untuk memberi informasi yang bisa dijadikan pertimbangan bagi pasien.
4.                  Pelayanan yang diberikan mengacu pada konsep asuhan sayang ibu. Dalam pelaksanaan asuhan, posisi pasien bukan sebagai objek bidan melainkan seseorang yang datang dengan kebutuhan, yang menempatkan bidan sebagai orang yang dianggapkompeten dan dapat dipercaya untuk mengatasi permasalahan dan kebutuhannya. 
5.                  Pemberian asuhan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Pada saat memberikan asuhan, bidan melakukan pengkajian pada pasien yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan pasien sesuai dengan usia kehamilan. Seluruh rangkaian tahap asuhan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada pihak pasien maupun kepada profesi.
Filosofi asuhan kebidanan (IBI,2003) :       
1.    Profesi kebidanan secara nasional diakui dalam Undang – Undang maupun peraturan pemerintah Indonesia yang merupakan salah satu tenaga pelayanan kesehatan professional dan secara internasional diakui oleh International Confederation of Midwives (ICM), FIGO dan WHO.
2.    Tugas, tanggung jawab dan kewenangan profesi bidan yang telah diatur dalam beberapa peraturan maupun keputusan menteri kesehatan ditujukan dalam rangka membantu program pemerintah bidang kesehatan khususnya ikut dalam rangka menurunkan AKI, AKP, KIA, Pelayanan ibu hamil, melahirkan, nifas yang aman dan KB.
3.    Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan manusia dan perbedaan budaya. Setiap individu berhak untuk menentukan nasib sendiri, mendapat informasi yang cukup dan untuk berperan di segala aspek pemeliharaan kesehatannya.
4.    Bidan meyakini bahwa menstruasi, kehamilan, persalinan dan menopause adalah proses fisiologi dan hanya sebagian kecil yang membutuhkan intervensi medis.
5.      Persalinan adalah suatu proses yang alami, peristiwa normal, namun apabila tidak dikelola dengan tepat dapat berubah menjadi abnormal.
6.      Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang berkualitas.
7.      Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga yang membutuhkan persiapan mulai anak menginjak masa remaja.
8.      Kesehatan ibu periode reproduksi dipengaruhi oleh perilaku ibu, lingkungan dan pelayanan kesehatan.
9.      Intervensi kebidanan bersifat komprehensif mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat
10.  Manajemen kebidanan diselenggarakan atas dasar pemecahan masalah dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kebidanan yang professional dan interaksi social serta asas penelitian dan pengembangan yang dapat melandasi manajemen secara terpadu.
11.  Proses kependidikan kebidanan sebagai upaya pengembangan kepribadian berlangsung sepanjang hidup manusia perlu dikembangkan dan diupayakan untuk berbagai strata masyarakat.      
Prinsip dasar filosofi kebidanan :
1.      Hubungan antara ibu dan bidan adalah dasar dalam memberikan asuhan yang baik
2.      Ibu adalah fokus dalam memberikan asuhan
3.      Memberikan pilihan pada ibu untuk melahirkan
4.       Menggunakan seluruh ketrampilan bidan
5.       Asuhan yang berkesinambungan
6.       Asuhan dasar komunitas

2.3  Lingkup Asuhan Kehamilan
A.    Ruang lingkup asuhan kehamilan
1.      Kosepsi
Bersatunya ovum dan sperma yang didahului oleh ovulasi dan inseminasi
2.      Ovulasi
Keluarnya ovum dari folikel dalam ovarium, bila ovum gagal bertemu dengan sperma dalam waktu 2 x 24 jam, maka ovum akan mati/hancur
3.      Inseminasi
Keluarnya sperma dari uretra pria kedalam vagina wanita. Sperma bergerak melalui uterus menuju tuba fallopi dengan kecepatan 1 kaki/jam.  Alat gerak sperma adalah bagian ekor dengan panjang rata-rata 10x bagian kepala
4.      Asuhan kehamilan normal dan identifikasi kehamilan dalam rangka penapisan untuk menjaring keadaan resiko tinggi dan mencegah adanya komplikas kehamilan.
B.     Dalam memberikan asuhan kepada ibu hamil, bidan harus memberikan pelayanan secara komprehensif. Kusmiyati (2008,hal.2) menguraikan lingkup asuhan kehamilan pada ibu hamil meliputi :
1.        Mengumpulkan dan menganalisa data riwayat kesehatan dan kehamilan.
2.        Melaksanakan pemeriksaan fisik secara sistimatis dan lengkap.
3.        Melakukan pemeriksaan abdomen termasuk tinggi fundus, posisi, presentasi dan penurunan janin.
4.        Melakukan penilaian pelvic, ukuran dan struktur panggul.
5.        Menilai kesejahteraan janin selama kehamilan.
6.        Menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir
7.        Mengkaji status nutrisi dan hubungan dengan pertumbuhan janin.
8.        Mengkaji kenaikan Berat badan dan hubungannya dengan komplikasi.
9.        Memberi penyuluhan tanda-tanda bahaya dan bagaimana menghubungi bidan.
10.    Melakukan penatalaksanaan kehamilan dengan anemia, hiperemesis gravidarum tingkat pertama, abortus iminens dan preeclampsia ringan.
11.    Menjelaskan dan mendemonstrasikan cara mengurangi ketidaknyamanan.
12.    Memberi imunisasi.
13.    Mengidentifikasi penyimpangan kehamilan normal dan penanganannya termasuk rujukan yang tepat.
14.    Memberi bimbingan dan persiapan persalinan,kelahiran dan menjadi orang tua.
15.    Memberi bimbingan dan penyuluhan tentang perilaku sehat selama hamil.
16.    Penggunaan secara aman jamu atau obat-obatan yang tersedia.
C.     Ruang lingkup asuhan kehamilan menurut standar pelayanan kebidanan :
1.      Identifikasi ibu hamil
2.      Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
3.      Palpasi abdominal
4.      Pengelolaan anemia pada kehamilan
5.      Pengolahan dini hipertensi pada kehamilan
6.      Persiapan persalinan

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Filosofi adalah pernyataan menganai keyakinan dan nilai atau value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap prilaku seseorang atau kelompok. Kehamilan merupakan proses yang alamiah, pelayanan yang terpusat pada wanita serta keluarga untuk berpartisipasidan memperoleh pengetahuan atau pengalaman yang berhubungan dengan kehamilan, kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal, alami dan sehat.
Ruang lingkup asuhan kehamilan meliputi asuhan kehamilan normal dan identifikasi kehamilan dalam rangka penapisan untuk menjaring keadaan resiko tinggi dan mencegah adanya komplikasi kehamilan.
Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan.
3.2 Saran
Setiap bidan aktif dalam memberikan penyuluhan kepada ibu hamil tentang pentingnya kunjungan ANC dilakukan oleh setiap ibu hamil untuk mencegah resiko komplikasi pada persalinan.
           
DAFTAR PUSTAKA
Saifuddin AB,Adriaasz G,Wiknjosastro GH,Waspodo D.Buku Acuan Nasional Pelayaan  Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta : JNPKKR – YBPSP,2000.
Departemen Kesehatan RI ( 1995 ),Perkembangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia.
Sofyan,Mustika.,et all (ed).,Bidan Menyongsong Masa Depan,341 hm,xxxiv,Jakarta : PP VSIB,Cetakan ke VII 2006.
Asrinah,dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan. Yogyakarta: Graha IlmuUmmi
Hani,dkk. 2010. --Asuahan Kebidanan pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta: Salemba Medika.















0 komentar:

Posting Komentar

[ Get Widget ]
[ Get Widget ]