Night Diamond - Link Select 2

Rabu, 27 Mei 2015

Membangun Karakter Sejak Pendidikan Anak Usia Dini   
 
           Kawan, jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia.

           Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

          Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.

         Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?

           Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu!

          Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional  kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.

         Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses.

          Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak usia dini?
Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak.

          Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya.  

           Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya.

       Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.
Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.

Minggu, 10 Mei 2015

Menejemen Nyeri Kebidanan

 

PENGERTIAN NYERI
Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dan ekstensinya diketahui bila seseorang pernah mengalaminya (Tamsuri, 2007). Menurut International Association for Study of Plain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.
Respon nyeri sangat subyektif tergantung dari ambang nyeri dari setiap klien, koping klien, pengalaman nyeri, ansietas, budaya dari klien serta dipengaruhi oleh gender dan usia. Oleh karena itu, untuk mengkaji nyeri, perawat dapat melakukan observasi respon dan perubahan perilaku klien diantaranya menurut Zborowski (1969) ada lima kelompok umum respon klien terhadap nyeri.
  1. Motor responses (twisting, wriggling, movement of body or its parts, walking, jumping, clencing teeth).
  2. Vocal responses (moaning, groaning, crying, screaming).
  3. Verbal responses (complaining, cursing, talking about plain, asking for help).
  4. Social responses (withdrawl from people, changes in communication patterns, changes in social manners or personal appearance)
  5. The absence of manifest behavior (hiding of plain or suppressing external sign of pain).
Respon seseorang terhadap nyeri bisa kombinasi antara beberapa respon diatas.
Rasa Nyeri
FISIOLOGI NYERI
Reseptor nyeri adalah organ tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsang nyeri. Organ tubuh yang berperan sebagai reseptor nyeri adalah ujung syaraf bebas dalam kulit yang berespon hanya terhadap stimulus kuat yang secara potensial merusak. Reseptor nyeri disebut juga nosireceptor, secara anatomis reseptor nyeri (nosireceptor) ada yang bermielien dan ada juga yang tidak bermielien dari syaraf perifer.
Berdasarkan letaknya, nosireseptor dapat dikelompokkan dalam beberapa bagian tubuh yaitu pada kulit (kutaneus), somatik dalam (deep somatic), dan pada daerah viseral, karena letaknya yang berbeda-beda inilah, nyeri yang timbul juga memiliki sensasi yang berbeda.
  1. Nosireceptor kutaneus berasal dari kulit dan sub kutan, nyeri yang berasal dari daerah ini biasanya mudah untuk dialokasi dan didefinisikan. Reseptor jaringan kulit (kutaneus) terbagi dalam dua komponen yaitu : a) Reseptor A delta yang merupakan serabut komponen cepat (kecepatan tranmisi 6-30 m/det) yang memungkinkan timbulnya nyeri tajam yang akan cepat hilang apabila penyebab nyeri dihilangkan. b) Serabut C yang merupakan serabut komponen lambat (kecepatan 0,5 m/det) yang terdapat pada daerah yang lebih dalam, nyeri biasanya bersifat tumpul dan sulit dilokalisasi.
  2. Struktur reseptor nyeri somantik dalam meliputi reseptor nyeri yang terdapat pada tulang, pembuluh darah, syaraf, otot, dan jaringan penyangga lainnya. Karena struktur reseptornya komplek, nyeri yang timbul merupakan nyeri yang tumpul dan sulit dilokalisasi.
  3. Reseptor nyeri jenis ketiga adalah reseptor viseral, reseptor ini meliputi organ-organ viseral seperti jantung, hati, usus, ginjal dan sebagainya. Nyeri yang timbul pada reseptor ini biasanya tidak sensitif terhadap pemotongan organ, tetap sangat sensitif terhadap penekanan, iskemia, inflamasi.

TIPE NYERI
Beberapa tipe nyeri antara lain :
  1. Somatic pain
  2. Neurophatic pain
  3. Surgery Pain
  4. Chemotherapeutik drugs
  5. After rediation theraphy

TEORI PENGONTROLAN NYERI
Terdapat beberapa teori yang berusaha menggambarkan bagaimana nosireseptor dapat menghasilkan rangsang nyeri. Sampai saat ini dikenal berbagai teori yang mencoba menjelaskan bagaimana nyeri dapat timbul, namun teori gerbang kendali nyeri dianggap paling relevan (Tamsuri, 2007).
Teori gate control dari Melzack dan Wall (1965) mengusulkan bahwa impuls nyeri dapat diatur atau dihambat oleh mekanisme pertahanan di sepanjang sistem saraf pusat. Teori ini mengatakan bahwa impuls nyeri dihantarkan saat sebuah pertahanan dibuka dan impuls dihambat saat sebuah pertahanan tertutup. Upaya menutup pertahanan tersebut merupakan dasar teori menghilangkan nyeri.
Suatu keseimbangan aktivitas dari neuron sensori dan serabut kontrol desenden dari otak mengatur proses pertahanan. Neuron delta-A dan C melepaskan substansi C melepaskan substansi P untuk mentranmisi impuls melalui mekanisme pertahanan. Selain itu, terdapat mekanoreseptor, neuron beta-A yang lebih tebal, yang lebih cepat melepaskan neurotransmiter penghambat. Apabila masukan masukan yang dominan berasal dari serabut beta-A, maka akan menutup mekanisme pertahanan. 
Diyakini mekanisme penutupan ini dapat terlihat saat seorang perawat menggosok punggung klien dengan lembut. Pesan yang dihasilkan akan menstimulasi mekanoreseptor, apabila masukan yang dominan berasal dari serabut delta A dan serabut C, maka akan membuka pertahanan tersebut dan klien mempersepsian sensasi nyeri. Bahkan jika impuls nyeri dihantarkan ke otak, terdapat pusat kortek yang lebih tinggi di otak yang memodifikasi nyeri. Alur saraf desenden melepaskan opiat endogen, seperti endorfin dan dinorfin, suatu pembunuh nyeri alami yang berasal dari tubuh.
Neuromedulator ini menutup mekanisme pertahanan dengan menghambat pelepasan substansi P. Tehnik distraksi, konseling dan pemberian plasebo merupakan upaya untuk melepaskan endofrin (Potter, 2005).


MANAJEMEN NYERI
Dalam manajemen nyeri, terdapat empat teknik yang bisa digunakan, antara lain :

Stimulas kutaneus
Merupakan teknik reduksi nyeri dengan melakukan stimulasi pada kulit untuk menghilangkan nyeri. Beberapa teknik untuk stimulasi kulit antara lain :
  • Kompres dingin
  • Analgetic ointments
  • Counteriritan, seperti plester hangat
  • Contralateral stimulation, yaitu massage kulit pada area yang berlawanan dengan area nyeri
Distraksi
Merupakan teknik reduksi nyeri dengan mengalihkan perhatian kepada hal lain sehingga kesadaran terhadap nyerinya berkurang. Teknik distraksi dapat dilakukan diantaranya dengan cara :
  • Nafas dalam lambat dan berirama
  • Massage and slow, rhythmic breating
  • Rhythmic singing and tapping
  • Active listening
  • Guided imagery (kekuatan imajinasi klien bisa dengan mendengarkan musik yang lembut)
Anticipatory Guidance
Merupakan teknik reduksi yang dilakukan oleh perawat dengan cara memberikan informasi yang dapat mencegah terjadinya misinterpretasi dari kejadian yang dapat menimbulkan nyeri dan membantu pemahaman apa yang diharapkan. Informasi yang diberikan kepada klien diantaranya :
  • Penyebab nyeri
  • Proses terjadinya nyeri
  • Lama dan kualitas nyeri
  • Berat-ringannya nyeri
  • Lokasi nyeri
  • Informasi tentang keamanan yang akan diberikan kepada klien
  • Metode yang digunakan perawat pada klien untuk mengurangi nyeri
  • Hal-hal yang diharapkan klien selama prosedur
Relaksasi
Teknik relaksasi terutama efektif untuk nyeri kronik dan memberikan beberapa keuntungan, antara lain :
  • Relaksasi akan menurunkan ansietas yang berhubungan dengan nyeri atau stres.
  • Menurunkan nyeri
  • Menolong individu untuk melupakan nyeri
  • Meningkatkan periode istirahat dan tidur
  • Meningkatkan keefektifan terapi nyeri lain
  • Menurunkan perasaan tak berdaya dan depresi yang timbul akibat nyeri
Stewart (1976: 959), menganjurkan beberapa teknik relaksasi antara lain sebagai berikut :
  • Klien menarik nafas dalam dan menahannya di dalam paru
  • Secara perlahan-lahan keluarkan udara dan rasakan tubuh menjadi kendor dan rasakan betapa nyaman hal tersebut
  • Klien bernafas dengan irama normal dalam beberapa waktu
  • Klien mengambil nafas dalam kembali dan keluarkan secara perlahan - lahan, pada saat ini biarkan telapak kaki relaks. Perawat minta kepada klien untuk mengkonsentrasikan pikiran pada kakinya yang terasa ringan dan hangat.
  • Ulangi langkah diatas dan konsentrasikan pikiran pada lengan, perut, punggung dan kelompok otot-otot yang lain.
  • Setelah klien merasa relaks, klien dianjurkan bernafas secara perlahan. Bila nyeri menjadi hebat klien dapat bernafas secara dangkal dan cepat.


SUMBER REFERENSI :
Team KDKK I. 2012. Ketrampilan Dasar Dalam Keperawatan I. Yogyakarta :UNRIYO

Senin, 04 Mei 2015

CARA Menurunkan Demam tinngi dan ringan Bidanku.com











Tahukah Kamu Kenapa Bisa Demam?

Apakah Setiap Demam itu     berbahaya???

Sebenernya,,, demam terjadi karena merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi virus ataupun bakteri…
Kenaikan suhu tubuh akan menghambat perkembangbiakan bakteri ( DNA ) ataupun replikasi virus (RNA).
Suhu tubuh manusia normalnya adalah sekitar 36-38 derajat celcius. Suhu ini dipertahankan lewat energi yang dihasilkan oleh proses metabolisme dari zat-zat makanan dari sumber karbohidrat, lemak dan protein di sel-sel tubuh khususnya di mitokondria. Energi yang dihasilkan dalam bentuk ATP sebagian diubah menjadi energi panas yang digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh. Pusat pengatur suhu sendiri terdapat di hypothalamus, bagian dari otak. Di sinilah suhu tubuh diatur dan dipertahankan dengan pengaturan setting point suhu.

       Demam dapat disebabkan oleh infeksi, maupun oleh penyebab lain seperti keganasan(neoplasma /kanker), penyakit autoimun, dan penyakit hipertiroid. Umumnya demam terjadi ketika seseorang mengalami infeksi baik oleh bakteri maupun virus. Jika, bakteri atau virus masuk ke dalam tubuh manusia, keduanya akan mengahasilkan zat-zat pyrogen (zat yang menyebabkan demam) yang akan meningkatkan setting point suhu di hypothalamus. Zat-zat pyrogen ini akan merangsang pelepasan PGE2 (prostaglandin2) yang selanjutnya akan meningkatkan setting point suhu di hypothalamus. Kenaikan setting pont ini akan menyebabkan perbedaan antara suhu setting point dengan suhu tubuh, dimana suhu setting point lebih tinggi daripada suhu tubuh. Untuk menyamakan perbedaan ini, suhu tubuh akan meningkat sehingga menyebabkan demam. Pada saat awal kenaikan panas tubuh, suhu tubuh yang lebih rendah daripada setting point menyebabkan terjadinya vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah untuk mengcegah hilangnya panas dari tubuh, sementara penderita akan merasa kedinginan dan menggigil untuk meningkatkan suhu tubuh. Proses ini mengakibatkan penderita merasa kedinginan dan menggigil meskipun jika diukur, tubuhnya panas. Peristiwa ini akan berhenti apabila suhu tubuh sudah sama dengan setting point suhu di hypothalamus.
Pola demam sangat khas: Misalnya, pada infeksi salmonella typhi yang menyebabkan typhoid, akan menimbulkan pola demam yang khas, dimana saat malam hari suhu tubuh naik, sedangkan pada pagi hari suhu tubuh turun, dan berulang seperti gambaran anak tangga. Sedangkan pada demam berdarah (DHF), biasanya menggambarkan pola sadle appearance (seperti pelana kuda). Pada DHF suhu tubuh naik pada hari 1-3, dan menurun pada hari 3-5 dan naik kembali pada hari ke 6-7. Dengan mengetahui, pola demam, dokter akan dapat menentukan terapi yang tepat sesuai dengan penyebab infeksi.
Jadi.. demam merupakan suatu gejala dari mekanisme pertahanan tubuh kita. So yang harus kita lakukan adalah:
  •   Beristirahat
  •   kompres air hangat
  •   Berikan obet penurun panas
  •   Segera hubungi dokter dan waspadai kejang/step pada anak
       Tips menurunkan demam tinggi - Setiap kita pasti pernah mengalami yang namanya demam ada demam yang ringan sampai demam yang sangat tinggi dan saat demam tubuh menjadi lemah, sebaiknya anda banyak beristirahat dan tentunya disertai dengan melakukan pengobatan agar suhu tubuh dapat cepat menurun.

      Demam bukanlah merupakan suatu penyakit namun karena adanya efek dari gangguan pada tubuh seperti infeksi yang mengakibatkan tubuh menjadi demam, tapi kita juga harus berhati-hati karena demam bisa saja dikarenakan tanda dari suatu penyakit tertentu seperti tipes, demam berdarah dan penyakit lainnya, jadi demam merupakan tanda atau signal jika kita mengalami gangguan di dalam tubuh kita.

       Penyebab dari demam biasanya sudah bisa kita ketahui penyebabnya dalam waktu 1 sampai 2 hari,  jadi jika anda mendeteksi penyebab demam bukan karena demam biasa maka anda harus segera memeriksakan ke dokter supaya bisa diketahui penyebabnya secara pasti, karena kemungkinan anda terkena suatu penyakit tertentu, namun anda perlu berhati-hati jika suhu tubuh meningkat di atas 38 derajat apalagi pada anak-anak karena bisa menyebabkan terjadinya kejang-kejang.

Tips menurunkan demam tinggiAda beberapa penyebab umum terjadinya demam pada tubuh seseorang:

  • Mengalami infeksi seperti infeksi saluran kemih, infeksi sinus, infeksi streptokokus, infeksi mononucleosis dan abses pada gigi.
  • Untuk yang sering bepergian ke luar negeri kemungkinan mengalami tertular suatu penyakit tertentu saat berada di luar negeri.
  • Terbakar sinar matahari terik terlalu lama yang menimbulkan tubuh mengalami kelelahan.
  • Terlalu lama bermain di air saat udara dingin atau kehujanan membuat tubuh menggigil dan demam.
Jika demam anda tergolong ringan dan bukan disebabkan oleh penyakit tertentu maka anda bisa meredakan demam anda secara alami dan anda bisa melakukannya dengan cara-cara yang sederhana seperti dilansir dari Boldsky.com.
  • Banyaklah minum air putih, dengan banyak minum selain baik untuk mengatasi dehidrasi juga sangat baik untuk mengatasi demam, dengan banyak minum dan buang air kecil dapat membantu mengatasi demam anda.
  • Mengkompres dengan kain basah hangat, dengan cara mengkompres merupakan cara alami yang paling populer untuk mengatasi demam tinggi, anda bisa menggunakan kain atau spon yang telah dibasahi dengan air hangat yang diletakkan di atas dahi atau bisa juga di dada dan di perut, lakukan hal ini sampai demam turun, jangan menggunakan air dingin atau air es saat mengkompres karena dapat membuat tubuh menggigil.   
  • Mandi dengan air hangat, biasanya orang-orang menyarankan penderita demam untuk tidak mandi saat demam, namun ternyata mandi dengan air yang hangat sangat baik untuk menurunkan demam anda karena setelah anda mandi maka tubuh menjadi segar dan demam pun akan semakin berkurang.
  • Usahakan suhu ruangan tetap sejuk, kondisi suhu ruangan yang terlalu panas justru kurang baik karena membuat suhu tubuh semakin panas, jika memungkinkan aturlah suhu ruangan agar tetap dingin dan sejuk, dengan kondisi ruangan yang nyaman maka dapat membantu menurunkan suhu tubuh yang tinggi.
  • Olesi kaki dengan bawang putih, bawang putih selain dapat digunakan untuk bumbu masak merupakan obat alami yang sangat baik untuk menurunkan suhu tubuh yang tinggi, caranya hancurkan bawang putih lalu campurkan dengan minyak kelapa, lalu oleskan di telapak kaki anda sampai merata dan biarkan selama semalaman dan keesokan hari demam pun akan menurun.
  • Banyak beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh selain itu dengan banyak istirahat daya tahan tubuh akan meningkat sehingga sangat baik supaya demam cepat turun.
  • Jika perlu anda bisa meminum obat penurun panas agar demam bisa lebih cepat turun.
OBAT Penurun Panas untuk Orang dewasa 

      Obat Penurun Demam Panas Dingin Untuk Orang Dewasa–  Penyakit panas demam dingin adalah penyakit yang jika dirasakan badan terasa menggigil, tetapi kalau diraba badan yang menderita demam panas dingin terasa panas. Kondisi ini perlu ditangani dengan secara tradisional atau dengan medis.
Artikel ini akan menjelaskan tentang penanganan demam panas dingin dengan alami atau Herbal yang harus anda katahui. Karena Obat alami atau herbal adalah salah satu obat yang terbukti mempunyai khasiat yang luar biasa bila dibandingkan dengan obat-obatan kimia. Obat kimia cenderung memiliki efek sambping bila dibandingkan dengan obat-obatan alami atau herbal. Obat alami merupakan warisan nenek moyang yang sudah terbukti ampuh untuk mengobati penyakit termasuk demam panas yang menimpa pada orang dewasa taupun anak-anak.

Demam Panas Dingin
bapa
Setiap manusia dalam hidupnya pasti pernah mengalami demam pada tubuhnya dan hal ini telah berlangsung sejak zaman dahulu. Demam pada manusia bukan suatu panyakit khusus, namun demam merupakan salah satu gejala alamiah yang timbul pada manusia terhadap pengaruh baik dari luar tubuh manusia maupun dari dalam tubuh manusia. Demam terutama yang terjadi pada bayi atau anak-anak merupakan suatu hal yang sangat menakutkan bagi para ibu muda.
Pada orang dewasa suhu diatas 37C merupakan batas demam, sedangkan pada anak-anak 37.5C (memakai thermometer di ketiak). Pengukuran suhu dengan thermometer khusus untuk mulut atau thermometer khusus untuk anus atau thermometer khusus untuk telinga. bisa di sebut normal jika dibawah 38C. Bahkan pendeteksian panas secara masal kini dapat dilaksanakan misalnya pada saat kasus flu burung meningkat dengan scanner khusus deteksi panas. Suhu tubuh terendah terjadi sekitar jam 06.00 pagi dan tertinggi terjadi sekitar 16.00 hingga 18.00 sore. Setipa suhu manusia pasti panas dan akan hilang jika seorang manusia mengalami kematian.
Pemicu terjadinya Demam Panas Dingin
  • Adanya infeksi bakteri dan virus, seperti influenza
  • Radang
  • Efek samping obat dan imunisasi
  • Faktor lain seperti siklus menstruasi atau olahraga berat
Gejala  yang Dirasakan
  • Berkeringat
  • Gemeteran
  • Sakit Kepala
  • Nyeri otot
  • kehilangan nafsu makan
  • Dehidrasi
  • Halusinasi
  • Kebingungan
  • Sifat lekas marah
  • Kejang

Cara Terbaik Turunkan Demam Anak
Ketika anak demam, Mama segera mengusahakan agar demamnya turun dengan berbagai cara. Dalam laporan terbaru di jurnal Persatuan Dokter Anak Amerika tentang demam anak disebutkan bahwa orangtua sebaiknya berkonsentrasi untuk membuat anak merasa nyaman ketika demam dibanding menurunkan suhunya. Karena penyebab demam bisa beragam, usaha menurunkan panas juga bisa memperlambat kesembuhan. 

Beberapa hal yang perlu diketahui orangtua mengenai demam adalah demam bukanlah penyakit utama, kondisi ini merupakan reaksi tubuh alamiah terhadap suatu penyakit. Demam bisa pertanda tubuh sedang melawan infeksi karena suhu yang tinggi tersebut memperlambat pertumbuhan bakteri ataupun virus.

Oleh karena itu usaha mengatasi demam yang salah bisa memperpanjang masa sakit. Hal ini berbeda dengan pendapat orangtua sebelumnya bahwa demam bisa memperburuk suatu kondisi penyakit ataupun berdampak buruk secara umum terhadap anak mereka. (apakah Mama sempat berpikir demam membakar sel saraf anak? Mulai sekarang tidak perlu, Ma).

Banyak orangtua juga mencemaskan kejang demam. Obat penurun panas tidak terbukti dapat mencegah terjadinya kejang demam. Kejang (jika terjadi) biasanya disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh yang pesat di tahap awal infeksi, seringkali sebelum para orangtua menyadari anaknya terkena demam.

Saat demam biarkan anak tersebut istirahat. Walaupun Anda berharap ia minum obat, tunggu saja saat ia terbangun meskipun jadwal pemberian obat penurun panas sudah berlalu. Hati-hati saat memberi obat ya, Ma. Pastikan dosisnya sesuai aturan di kemasan. Jika Anda memberi obat penurun panas golongan acetaminophen ataupun ibuprofen, pastikan Anda tidak memberi obat batuk atau flu yang mengandung antipyretic. Pemberian dua jenis obat tersebut. secara bersamaan dapat menimbulkan overdosis.

Hingga bayi berusia 4 bulan, jika ia demam hingga 38,5 derajat Celcius, orangtua harus segera menghubungi dokter anak. Meskipun begitu, usahakan tidak hanya berfokus pada angka-angka di termometer. Yang paling utama, obat penurun panas sebaiknya digunakan sebagai bantuan untuk membuat anak merasa nyaman. Jika walaupun demam anak terlihat tenang dan tidak rewel, Anda tidak harus memberinya obat penurun panas. (Fina Khairaty/foto:dok.FEminagroup)

Rabu, 29 April 2015

Gizi Penting Ibu Hamil

Nutrisi Penting Selama Kehamilan. Seiring pertambahan usia kandungan, maka kebutuhan gizi ibu hamil akan meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung pesat - terutama perkembangan otak dan susunan syaraf ? dan membutuhkan asupan gizi yang optimal.
Nutrisi yang diperlukan adalah:
1. Karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
2. Protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.
3. Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur - sayuran.

4. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji - bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.

5. Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.

6. Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.

7. Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu
pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.

8. Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.

9. Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C

Senin, 13 April 2015

Pentingnya Pengetahauan Ibu Hamil Akan Fe Mencegah Anemia

PENDAHULUAN
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Penelitian Chi, dkk menunjukkan bahwa angka kematian ibu adalah 70% untuk ibu-ibu yang anemia dan 19,7% untuk mereka yang non anemia. Kematian ibu 15-20% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu. Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi Hal ini juga diungkapkan oleh Simanjuntak tahun 1992, bahwa sekitar 70 % ibu hamil di Indonesia menderita anemia  gizi. Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan menjangkiti lebih dari 600 juta manusia. Dengan frekuensi yang masih cukup tinggi, berkisar antara 10% dan 20% (Prawirohardjo,2002). Badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang daripada negara yang sudah maju. 36% (atau sekitar 1400 juta orang) dari perkiraan populasi 3800 juta orang di negara yang sedang berkembang menderita anemia jenis ini, sedangkan prevalensi di negara maju hanya sekitar 8% (atau kira-kira 100 juta orang) dari perkiraan populasi 1200 juta orang. Di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1% (SKRT 2001). Lautan J dkk (2001) melaporkan dari 31 orang wanita hamil pada trimester II didapati 23 (74%) menderita anemia, dan 13 (42%) menderita kekurangan besi.1
 DEFINISI ANEMIA PADA KEHAMILAN
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr% (Winkjosastro, 2002). Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II (Saifuddin, 2002). Anemia dalam kehamilan yang disebabkan karena kekurangan zat besi, jenis pengobatannya relatif mudah, bahkan murah.2
Yang sering terjadi adalah anemia karena kekurangan zat besi. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh, sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk eritropoesis tidak cukup, yang ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer, kadar besi serum (Serum Iron = SI) dan transferin menurun, kapasitas ikat besi total (Total Iron Binding Capacity/TIBC) meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang serta di tempat yang lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali. Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya anemia defisiensi besi, antara lain, kurangnya asupan zat besi dan protein dari makanan, adanya gangguan absorbsi diusus, perdarahan akut maupun kronis, dan meningkatnya kebutuhan zat besi seperti pada wanita hamil, masa pertumbuhan, dan masa penyembuhan dari penyakit.1
Anemia defisiensi besi pada kehamilan
Anemia defisiensi besi pada wanita hamil merupakan problema kesehatan yang dialami oleh wanita diseluruh dunia terutama dinegara berkembang. Badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75% serta semakin meningkat seiring dengan pertambah usia kehamilan. Menurut WHO 40% kematian ibu dinegara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan kebanyakan anemia pada kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut, bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi.1
 PATOFISIOLOGI ANEMIA PADA KEHAMILAN
          Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut Hidremia atau Hipervolemia.  Akan tetapi, bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah.  Perbandingan tersebut adalah sebagai berikut: plasma 30%, sel darah 18% dan haemoglobin 19%.  Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu (Wiknjosastro, 2002).  Secara fisiologis, pengenceran darah ini untuk membantu meringankan kerja jantung yang semakin berat dengan adanya kehamilan.2
Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester ke II kehamilan, dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan meningkatnya sekitar 1000 ml, menurun sedikit menjelang aterem serta kembali normal 3 bulan setelah partus. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasenta, yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron.1
 ETIOLOGI ANEMIA PADA KEHAMILAN1
          Etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan, yaitu :
  1. Hipervolemia, menyebabkan terjadinya pengenceran darah
  2. Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma
  3. Kurangnya zat besi dalam makanan
  4. Kebutuhan zat besi meningkat
  5. Gangguan pencernaan dan absorbsi
Pada ibu hamil, beberapa faktor risiko yang berperan dalam meningkatkan prevalensi anemia defisiensi zat besi, antara lain :
  1. Umur ibu < 20 tahun dan > 35 tahun. Wanita yang berumur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, mempunyai risiko yang tinggi untuk hamil. Karena akan membahayakan kesehatan dan keselamatan ibu hamil maupun janinnya, berisiko mengalami pendarahan dan dapat menyebabkan ibu mengalami anemia. Wintrobe (1987) menyatakan bahwa usia ibu dapat mempengaruhi timbulnya anemia, yaitu semakin rendah usia ibu hamil maka semakin rendah kadar hemoglobinnya. Muhilal et al (1991) dalam penelitiannya menyatakan bahwa terdapat kecendrungan semakin tua umur ibu hamil maka presentasi anemia semakin besar
  2. Pendarahan akut
  3. Pendidikan rendah
  4. Pekerja berat
  5. Konsumsi tablet tambah darah < 90 butir
  6. Makan < 3 kali dan kurang mengandung zat besi.
 GEJALA ANEMIA PADA KEHAMILAN
Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah, sering pusing, palpitasi, mata berkunang-kunang, malaise, lidah luka, nafsu makan turun (anoreksia), konsentrasi hilang, nafas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda, perubahan jaringan epitel kuku, gangguan sistem neurumuskular, lesu, lemah, lelah, disphagia dan pembesaran kelenjar limpa.1,2
 DAMPAK ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA IBU HAMIL
          Anemia pada ibu hamil bukan tanpa risiko. Menurut penelitian, tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan anemia. Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Risiko kematian maternal, angka prematuritas, berat badan bayi lahir rendah, dan angka kematian perinatal meningkat. Di samping itu, perdarahan antepartum dan postpartum lebih sering dijumpai pada wanita yang anemis dan lebih sering berakibat fatal, sebab wanita yang anemis tidak dapat mentolerir kehilangan darah.  Soeprono menyebutkan bahwa dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan (abortus, partus imatur/prematur), gangguan proses persalinan (inertia, atonia, partus lama, perdarahan atoni), gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim, daya tahan terhadap infek­si dan stress kurang, produksi ASI rendah), dan gangguan pada janin (abortus, dismaturitas, mikrosomi, BBLR, kematian peri­natal, dan lain-lain).1
 FUNGSI Fe/ZAT BESI 
          Zat besi adalah mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Selain itu, mineral ini juga berperan sebagai komponen untuk membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke otot), kolagen (protein yang terdapat di tulang, tulang rawan, dan jaringan penyambung), serta enzim. Zat besi juga berfungsi dalam sistim pertahanan tubuh.3
 KEBUTUHAN Fe/ZAT BESI PADA MASA KEHAMILAN
          Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekati 800 mg.  Kebutuhan ini terdiri dari, sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal.  Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus, urin dan kulit.  Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8–10 mg zat besi.  Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20–25 mg zat besi perhari.  Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari, ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil (Manuaba, 2001).2
Sumber lain mengatakan, kebutuhan ibu hamil akan Fe meningkat (untuk pembentukan plasenta dan sel darah merah) sebesar 200-300%. Perkiraan besaran zat besi yang perlu ditimbun selama hamil ialah 1040 mg. Dari jumlah ini, 200 mg Fe tertahan oleh tubuh ketika melahirkan dan 840 mg sisanya hilang. Sebanyak 300 mg Fe ditransfer ke janin, dengan 50-75 mg untuk pembentukan plasenta, 450 mg untuk menambah jumlah darah merah, dan 200 mg lenyap ketika melahirkan.4
Besarnya angka kejadia anemia ibu hamil pada trimester I kehamilan adalah 20%, trimester II sebesar 70%, dan trimester III sebesar 70%. 4Hal ini disebabkan karena pada trimester pertama kehamilan, zat besi yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. Menginjak trimester kedua hingga ketiga, volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%, ini ekuivalen dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin. Sedangkan saat melahirkan, perlu tambahan besi 300 – 350 mg akibat kehilangan darah. Sampai saat melahirkan, wanita hamil butuh zat besi sekitar 40 mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil.1
Penyerapan besi dipengaruhi oleh banyak faktor. Protein hewani dan vitamin C meningkatkan penyerapan. Kopi, teh, garam kalsium, magnesium dan fitat dapat mengikat Fe sehingga mengurangi jumlah serapan. Karena itu sebaiknya tablet Fe ditelan bersamaan dengan makanan yang dapat memperbanyak jumlah serapan, sementara makanan yang mengikat Fe sebaiknya dihindarkan, atau tidak dimakan dalam waktu bersamaan. Disamping itu, penting pula diingat, tambahan besi sebaiknya diperoleh dari makanan, karena tablet Fe terbukti dapat menurunkan kadar seng dalam serum.4
 PEMBERIAN TABLET Fe UNTUK MENCEGAH ANEMIA DALAM KEHAMILAN
Memberikan preparat besi yaitu fero sulfat, fero glukonat  atau Na-fero bisirat.  Pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikan kadar Hb sebanyak 1 gr%/ bulan.  Saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis anemia (Saifuddin, 2002).2
 PENELITIAN PEMBERIAN ASUPAN 90 TABLET BESI PADA IBU HAMIL DI UNIVERSITAS UDAYANA
Tujuan
          Untuk mengetahui efek 90 tablet suplemen besi setara 60 mg elemen besi dan 0,25 mg asam folat  pertablet saat hamil terhadap kejadian anemia dan status besi pada ibu hamil.
Materi dan Metode
          Suatu pelitian quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest dilakukan pada 65 ibu hamil dengan umur kehamilan kurang dari 24 minggu, tidak memiliki riwayat hemorhoid, batuk darah, tukang lambung dan penyakit darah lainnya di wilayah puskesmas Abiansemal Badung. Bahan perlakuan berupa tablet besi dengan kandungan 200 mg Ferus Sulfat (setara dengan 60 mg elemen besi) dan 0,25 mg asam folat. Tablet besi diberikan dengan dosis satu tablet perhari dan diberikan selama 13 minggu. Kadar Hb, MCV, MCH, dan MCHC diukur dua kali yaitu sebelum dan sesudah perlakuan. Perbedaan proporsi anemia, kadar MCV < 80 mm3, MCH < 27 pg/sel, dan MCHC < 30 g/dl antara sebelum dan sesudah perlakuan diuji dengan uji t dan uji Z dengan tingkat kemaknaan 5%.
Hasil
Sekitar 76,93% ibu hamil mengalami defisiensi besi dengan MCH < 27 pg/sel dan 35,28% menderita anemia (Hb < 11 g/dl) sebelum diberikan suplemen besi. Setelah diberikan suplemen besi sebanyak 90 tablet selama 13 minggu, ibu hamil dengan MCH < 27 pg/sel menurun dari 76,93% menjadi 27,43% dan kejadian anemia menurun dari 35,28% menjadi 9,35%. Secara kuantitatif, rerata Hb, MCH dan MCH juga meningkat secara bermakna (p < 0,05) setelah mendapat suplemen besi, sebaliknya MCV tidak berubah (p > 0,05). Akan tetapi, pada akhir perlakuan masih terdapat sekitar 27% ibu hamil mengalami defisiensi besi dan 9% masih anemia.
Kesimpulan
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lebih dari ¾ ibu hamil mengalami defisiensi besi dan lebih dari 1/3 mengalami anemia. Pemberian suplemen besi setara 60 mg elemen besi dan 0,25 mg asam folat per hari selama 13 minggu dapat menurunkan angka amenia serta meningkatkan status besi ibu hamil, tetapi 1/3 dari mereka masih menderita defisiensi besi dan 9% masih anemia. Oleh kerena itu, adalah sangat penting memberikan asupan besi sejak masa pre-maternal supaya cadangan besi pada saat hamil cukup memadai.5

Kenali Tanda Bahaya Kehamilan Sejak Dini

Plasenta atau ari-ari akan terbentuk dalam rahim saat seorang wanita menjadi hamil. Organ ini berfungsi untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi untuk bayi, sekaligus mengangkat zat-zat buangan dari darah bayi.
alodokter-plasenta-previa
Selama masa kehamilan, rahim seorang wanita akan berkembang dan plasenta yang normal akan melebar ke arah atas, menjauhi leher rahim atau serviks. Jika tetap berada di bagian bawah rahim atau di dekat serviks, plasenta dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir sang bayi. Kondisi inilah yang disebut plasenta previa.

Gejala-gejala Plasenta Previa

Plasenta previa merupakan kondisi yang jarang dialami oleh ibu hamil. Tetapi risiko ini tetap harus diwaspadai karena dapat membahayakan jiwa ibu dan bayi di kandungan. Ibu hamil dengan plasenta previa terbukti memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pendarahan sebelum kelahiran.
Gejala utama dari kondisi ini adalah pendarahan tanpa disertai rasa sakit, yang biasanya terjadi pada tiga bulan terakhir masa kehamilan. Tetapi tidak semua ibu hamil dengan kondisi ini akan mengalami pendarahan.
Pendarahan umumnya terjadi secara tiba-tiba dan volume darah bisa banyak atau sedikit. Pendarahan dapat berhenti dengan sendirinya, tapi akan kembali muncul dalam beberapa hari atau beberapa minggu kemudian. Selain itu, sebagian ibu hamil juga ada yang mengalami kontraksi dan nyeri di punggung atau perut bagian bawah.
Jika mengalami pendarahan dalam trimester kedua atau ketiga, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter. Ibu hamil yang mengalami pendarahan hebat dianjurkan untuk segera ke rumah sakit.

Faktor Risiko Plasenta Previa

Penyebab pasti plasenta previa belum diketahui, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalaminya. Beberapa faktor risikonya antara lain:
  • Pernah mengalami plasenta previa pada kehamilan sebelumnya.
  • Pernah menjalani operasi caesar.
  • Pernah menjalani operasi pada rahim, misalnya kuret atau pengangkatan miom.
  • Berusia 35 tahun atau lebih.
  • Pernah melahirkan sebelumnya.
  • Pernah menjalani operasi pada rahim.
  • Menggunakan kokain.

Proses Diagnosis Plasenta Previa

Posisi plasenta biasanya akan diketahui melalui pemeriksaan USG pada usia kehamilan 18-21 minggu. Jika pernah mengalami pendarahan selama kehamilan, Anda akan dianjurkan untuk menjalani USG transvaginal. Proses ini akan memberikan pencitraan yang lebih mendetail.
Jika Anda positif terdiagnosis mengalami plasenta previa, dokter akan menghindari pemeriksaan fisik rutin melalui vagina selama kehamilan. Ini dilakukan guna mengurangi risiko pendarahan. Anda juga biasanya akan kembali menjalani proses USG sebelum melahirkan untuk memeriksa lokasi plasenta serta detak jantung bayi.
Plasenta previa dapat dibagi dalam 4 kategori. Pengelompokan ini ditentukan berdasarkan posisi plasenta dan meliputi:
  • Kategori 1 – plasenta hanya tertanam di rahim bagian bawah tanpa menutupi lubang serviks.
  • Kategori 2 – plasenta mencapai lubang serviks bagian dalam, tapi tidak menutupinya.
  • Kategori 3 – plasenta menutupi sebagian lubang serviks.
  • Kategori 4 – plasenta menutupi seluruh lubang serviks termasuk saat lubang serviks terbuka dan melebar.
Ibu hamil yang mengalami plasenta previa kategori 1 dan 2 biasanya masih diizinkan untuk melahirkan secara normal. Sedangkan plasenta previa kategori 3 dan 4 akan membutuhkan prosedur caesar.

Penanganan dan Komplikasi Plasenta Previa

Penanganan untuk plasenta previa biasanya meliputi istirahat sebanyak-banyaknya, transfusi darah jika perli, serta operasi caesar. Langkah penanganan yang dipilih tergantung pada beberapa faktor, yaitu:
  • Apakah terjadi pendarahan atau tidak.
  • Tingkat keparahan pendarahan.
  • Kondisi kesehatan sang ibu dan bayi.
  • Usia kandungan.
  • Posisi plasenta dan bayi.
Ibu hamil yang tidak atau hanya mengalami sedikit pendarahan biasanya tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit, tapi harus tetap waspada. Dokter umumnya akan menganjurkan istirahat di rumah. Terkadang bahkan ada ibu hamil yang dianjurkan untuk terus berbaring dan hanya boleh duduk atau berdiri jika benar-benar diperlukan. Berhubungan seks juga sebaiknya dihindari karena dapat memicu pendarahan pada penderita plasenta previa. Begitu juga dengan olahraga. Jika terjadi pendarahan, ibu hamil dihimbau untuk segera ke rumah sakit sebelum pendarahan bertambah parah.
Sementara itu, ibu hamil yang pernah mengalami pendarahan selama masa kehamilan disarankan untuk menjalani sisa masa kehamilan di rumah sakit dari minggu ke-34. Langkah ini dianjurkan agar pertolongan darurat, seperti transfusi darah, bisa segera diberikan jika pendarahan kembali terjadi. Prosedur caesar juga akan dilakukan begitu kehamilan mencapai batas usia yang cukup, yaitu minggu ke-36. Sebelum menjalaninya, sang ibu biasanya akan diberi kortikosteroid guna mempercepat perkembangan paru-paru bayi dalam kandungannya.
Bagi ibu hamil dengan pendarahan yang tidak kunjung berhenti, dokter akan menganjurkan prosedur caesar meski usia kandungan belum cukup.
Jika tidak ditangani, plasenta previa dapat menyebabkan komplikasi serius dan berakibat fatal bagi ibu dan bayi, misalnya pendarahan hebat pada saat melahirkan dan bahkan setelahnya.

AKU BANGGA MENJADI BIDAN

Pekerjaan Apakah yang Paling Mulia?



Bismilahirahmanirrahim
Assalamualaikum :) 

Sebagian orang banyak yang membicarakan tentang ini, sesekali menjadi sebuah pembahasan di suatu obrolan juga. Ada juga yang menjadi referensi ketika akan melanjutkan kuliah atau untuk mencari pekerjaan.

Sering sekali saya mendengar ucapan ini “Wah, hebat yaa jadi bidan, pekerjaan yang mulia sekali, pahala nya Insya Allah banyak”. Tidak hanya satu atau beberapa orang lho yaa tapi banyak terlebih pasien-pasien saya, aamiin. Selain bidan, beberapa profesi yang dianggap mulia dan berpahala mungkin salah satunya dibidang kesehatan dokter? Perawat? Atau yang lain, polisi? Guru? Mungkinkah? Apa karena mereka adalah orang-orang yang terlibat langgsung dengan kliennya? Lalu bila pekerjaan yang mulia hanya orang-orang yang terlibat langsung dengan masyarakat, bagaimana dengan petugas administrasi, office boy, pekerja kantoran, pegawai pabrik, petani, nelayan, dan yang lainnya?

Yaapp, mungkin memang ada benarnya pekerjaan yang mulia dan banyak pahalanya adalah menjadi seorang dokter, bidan atau perawat. Sebagai seorang bidan saya akan membahas sedikit tentang pekerjaan saya ya J. Kata orang jadi bidan itu hebat, terlebih kalau bidannya belum pernah hamil ataupun melahirkan, hehhe. Sepintas dari pekerjaannya, sebagai bidan desa (saya pernah prektek sebagai bidan desa ketika kuliah)  harus siap 24 jam. Pagi hari bekerja di Puskesmas untuk melayani masyarakat, baik itu periksa hamil, posyandu, posbindu, penyuluhan-penyuluhan antar desa dan lain lain. Siang hari hingga pagi lagi dirumah, tapi harus siap 24 jam untuk melayani masyarakat lagi karena dirumah buka praktek. Dari siang sampai pagi laginya tuh harus siap kalau ada yang melahirkan, harus siap dipanggil kerumah kapanpun dimanapun dalam keadaan bagaimanapun (lebay yah, hehhe) memang begitu kok, bahkan saya pernah ngalamin nolong persalinan di rumah pasien dalam keadaan yang kurang layak (sekarang sejak ada program Jampersal, ibu yang akan bersalin tidak boleh melahirkan dirumah tetapi harus dirumah praktik bidan). Kalau semaleman udah melek nolongin pasien, terus paginya libur? Engga. Pagi hari yaa tetep kerja lagi untuk masyarakat di Puskesmas, bahkan bila saat jam kerja ada yang melahirkan bidan harus siap juga.

Selain itu, karena memang tugas utamanya untuk melayani masyarakat khususnya kesehatan ibu dan bayi, bidan pasti banyak banget menghadapi karakter orang-orang yang berbeda setiap harinya, itulah yang menuntut bidan harus selalu sabar dan ramah. Belum lagi, kasus-kasus selama kehamilan, persalinan dan nifas yang ga selamanya normal, banyak sekali masalah yang ditemui, dari perdarahan, infeksi, kejang, bayi yang tidak menangis ketika lahir dan lain-lain. Itulah mungkin yang membuat banyaknya anggapan bahwa seorang bidan itu mulia.

Itu kata orang, padahal menurutku tidak ! lho, kenapa?
Ga hanya jadi bidan, dokter pun yang katanya mulia bisa menyembuhkan orang juga belum tentu merupakan pekerjaan yang mulia.

Kenapa? Tanpa perlu jawaban  karena jawabannya ada di dalam hati kita masing-masing.
Sebenarnya suatu pekerjaan itu pada intinya hanya ada dua “Karena Allah” dan “Ikhlas”. Kalau kedua komponen itu ada dalam diri kita tanpa memandang jenis profesi Insya Allah itulah semulia mulianya pekerjaan dan pahala akan terus mengalir. Bagaimana jika hanya satu komponen? Hanya ikhlas saja bukan karena Allah atau bekerjanya karena Allah tanpa ada keikhlasan? jika salah satu komponen sudah ada, biasanya komponen keduanya juga pasti ada. Jika dia bekerja hanya karena Allah sudah pasti dalam hatinya ada keikhlasan, begitu pula seseorang yang bekerja dengan keikhlasan pastinya orang-orang yang ikhlas dalam hantinya senantiasa hanya untuk Allah, yaa dua-duanya selalu beriringan, bagaimana dengan yang non muslim? Tentunya bekerja untuk mengharap ridha Tuhannya :)

Seorang dokter yang dengan ilmunya bisa banyak bermanfaat bagi orang lain, bisa mendapatkan pahala dari itu, tapi ia judes, berlaku semena-mena, sombong, hanya mengharapkan uang, banyak menyakiti hati pasiennya, lalu dari mana ia mendapatkan pahalanya? Yang ada hanya menambah catatan malaikat Atid.

Begitupula seorang bidan, yang dengan pekerjaan super 24 jamnya, jika dia tidak bekerja karena Allah dan tidak adanya keikhlasan dalam bekerja pahala mana yang akan ia ambil? Selalu mengeluh, justru dengan keluhannya itu akan mengurangi nikmat pahala yang seharusnya diambilnya.

Pekerjaan seorang dokter, seorang bidan yang seperti diatas tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan seorang petugas kebersihan di suatu kantor. Seseorang dengan pekerjaannya, yang walaupun hanya membersihkan kantor setiap hari, gaji kecil, kadang dilecehkan, tidak suka mengeluh, selalu tersenyum, tapi ikhlas dan yang ia harapkan hanya keridhaan Rabb nya itu jauh lebih mulia dari pekerjaan manapun.

Begitupun dengan profesi yang lain, seorang guru yang selalu ikhlas dan bahagia mengajar anak didiknya, polisi yang ikhlas mengayomi dan membantu masyarakat, pegawai bank yang melayani semua nasabahnya dengan penuh senyum keikhlasan, pegawai administrasi dan pegawai pabrik yang dengan pekerjaannya walapun tidak langsung berhadapan dengan klien tapi dengan pekerjaannya itu banyak memberikan manfaat bagi masyarakat luas yang senatiasa ikhlas dengan pekerjaannya, dan masih banyak lagi baik yang bekerja di pelayanan ataupun tidak, Insya Allah pekerjaan pekerjaan itulah yang sangat mulia dan menambah catatan-catatan pahala kita, aamiin YRA

Sudah jelas kan sekarang, pekerjaan yang mulia itu bukan dilihat dari ‘apa profesinya’ tetapi ‘bagaimana kita mengerjakannya’. Yang terpenting selalu ikhlas dan hanya mengaharap keridhaan-Nya, selelah apapun kita bekerja, berapapun kita dibayar, jangan mengeluh, kalau ikhlas Insya Allah semuanya akan terasa nikmat, lelahnya ilang, pahala mengalir dan senyum selalu terkembang. Berbeda dengan yang mengeluh, pekerjaan malah semakin berat, emosi kadang labil, apalagi pahala yang seharusnya kita ambil malah hilang. Tetap semangaaatt, Do the best all the time  yaa shalihat :)
[ Get Widget ]
[ Get Widget ]